Tampilkan postingan dengan label #dd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #dd. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Desember 2011 0 komentar
Segelas Air Persahabatan
Karya: Suri Isnaini

Entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan ini. Kau selalu membuatku merasa nyaman saat ada didekatmu. Tapi aku terlalu takut untuk memberitahukannya padamu. Perkenalkan, namaku Elena. Dan lelaki yang selalu bisa membuatku nyaman saat didekatnya adalah Damon. Dia adalah sahabatku. Kupikir perasaanku ini hanya sebatas perasaan sayang terhadap sahabat. Namun aku salah. Setiap kali aku melihatnya dan Dia melemparkan seulas senyum kepadaku, aku merasakan jantungku berdebar hebat seakan meronta-ronta ingin keluar. Mungkin aku berlebihan. Tapi asal tahu saja, aku memang benar-benar merasakannya.
Berawal dari tugas kelompok yang kita kerjakan bersama, aku mulai mengenalmu. Ternyata kau memang anak yang menyenangkan. Sudah enam bulan kita sekelas, namun aku baru benar-benar tahu kalau kau seperti yang dibicarakan banyak orang. Kau pandai, tampan, baik, mudah bergaul, ramah, dan satu hal yang paling membuatku selalu tersenyum jika mengingatmu, yaitu kekonyolanmu. Oh ya, aku juga mempunyai dua sahabat lain. Jane dan Anna. Jane berperawakan tinggi dan kurus, wajahnya cantik. Sama seperti Jane, Anna juga bertubuh tinggi dan kurus, dan berwajah manis. Kami berempat  -Aku, Damon, Jane dan Anna- mulai bersahabat sejak kami mendapat sebuah tugas kelompok. Awalnya kami memang agak canggung, namun karena kekonyolan Damonlah suasana menjadi cair. Sejak saat itu kami menjadi akrab. Kami sering berkumpul di rumah Anna atau Damon untuk mengerjakan PR atau hanya sekedar ingin bermain. Dari kami bertiga -Aku, Jane dan Anna- akulah yang paling dekat dengan Damon. Damon begitu baik padaku, begitu pula sebaliknya. Namun, karena masalah itu semuanya pun berubah.  ***
Pagi itu adalah pagi yang suram untukku. Cuaca mendung semakin memperparah suasana hatiku yang saat itu sedang kacau. Saat baru saja menaruh tas dan bersiap untuk duduk, Jane menghampiriku. Dengan wajah yang ceria dia mengabarkan suatu hal yang seakan menikam jantungku. Dia berkata bahwa semalam Damon menyatakan perasaan kepadanya. Refleks, aku langsung berdiri dan pergi meninggalkan Jane. Tak peduli apa yang akan dipikirkannya. Aku bingung. Apakah ini hanya lelucon atau memang sungguhan. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Damon. Saat kutanya, Damon hanya diam saja. Aku sedih. Berarti ini memang sungguhan. Kukira selama ini Damon menyukaiku. Tapi ternyata aku salah. Dia hanya menganggapku sebagai sahabat dan lebih menyukai Jane. Aku yang saat itu sedang sangat marah melampiaskan amarahku pada semua orang. Aku mengabaikan tiap orang yang berbicara kepadaku. Tidak tahan dengan sikap bisuku, Damon dan Jane menjadi marah padaku. Saat itu aku baru sadar. Mengapa aku bodoh sekali? Mengapa aku membiarkan kemarahan dan keegoisanku memperalat pikiranku? Ya Tuhan, mengapa aku begitu bodoh dan egois dalam menghadapi hidup ini? Hanya Anna yang saat ini bisa menghiburku. Aku menceritakan semuanya pada Anna. Anna hanya bisa terdiam dan memelukku.  ***
Siang ini aku mendapat pesan singkat dari Anna. Dia menyuruhku untuk datang ke rumahnya, karena itulah aku berdiri disini. Di depan rumah yang selalu aku rindukan. Rumah yang menyimpan banyak kenangan antara Aku, Damon, Jane dan Anna. Hatiku sakit bila mengingatnya. Sudah dua minggu Aku, Damon dan Jane mengalami perang dingin. Anna selalu membujuk kami untuk berdamai. Namun kami terlalu gengsi. Aku memencet bel rumah tersebut. Tak lama kemudian Anna keluar dan membukakan pintu untukku. Dia menyuruhku masuk ke ruang tamu. Betapa kagetnya aku melihat Damon dan Jane sudah duduk di masing-masing ujung sofa panjang di ruang tamu itu. Aku bingung melihat perilaku mereka. Kupikir mereka sudah berpacaran, tetapi mengapa duduknya jauh-jauhan seperti itu? Yasudahlah, bukan urusanku juga. Anna mempersilahkan aku duduk diantara Damon dan Jane. Namun aku tidak mau. Aku duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka. Anna pamit untuk mengambil minuman di dapur. Suasana di ruang tamu sangat tegang. Kami hanya diam membisu. Sampai akhirnya Anna datang membawa segelas air putih. Kami bingung. Mengapa Anna hanya membawa segelas? Apa dia tidak bisa berhitung? Kami kan bertiga. Aku, Damon dan Jane sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba Anna memecah keheningan. Dia berkata, “Apa kalian tidak haus?”. Jane menjawab, “Ya kami haus. Tapi mengapa kau hanya membawakan segelas air putih untuk kami? Kami kan bertiga.” Anna hanya diam. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dia hanya memperhatikan kami. Karena sudah tidak kuat menahan rasa haus dan cuaca memang sedang sangat panas, kami memutuskan untuk meminumnya. Dimulai dari Damon, lalu Jane dan terakhir aku. Aku kaget saat Anna tiba-tiba berkata “Itu kalian masih bisa berbagi, tapi mengapa kalian tidak bisa saling memaafkan?”. Hampir saja aku mengeluarkan air yang baru setengah tertelan. “Jadi Anna ingin mencoba mendamaikan kami lagi” pikirku. Kami bertiga hanya terdiam. Setelah berhasil mengumpulkan segala keberanian aku berkata, “Maafkan aku. Ini semua salahku. Aku yang menyebabkan persahabatan kita hancur. Maafkan aku.” Aku merasakan air mataku mulai mengalir. Aku sudah tidak peduli tentang perasaanku pada Damon. Toh, kata orang-orang sahabat lebih penting dari pacar. Walaupun sebenarnya aku masih menyimpan perasaan  pada Damon, tapi aku lebih mementingkan persahabatan ini.  “Persahabatan kita belum hancur. Maafkan aku. Tidak seharusnya aku mempermainkan perasaan perempuan.” Damon angkat bicara. “Maafkan aku juga Elena. Asal kau tahu saja, aku tidak pacaran dengan Damon.” aku Jane. “Tidak pacaran? Yang benar saja. Kau pasti berbohong.” sergahku. “Untuk apa aku berbohong Elena? Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada pujaan hatimu.” Kata Jane sambil melirik ke Damon. Yang dilirik hanya memberikan seulas senyum. Aku merasakan pipiku memanas. “Lalu, kenapa saat Damon menyatakan perasaannya padamu kau terlihat begitu gembira?” tukasku. “Ya ampun Elena. Wanita mana yang tidak gembira saat ada seorang lelaki menyatakan perasaan kepadanya?” Aku merasakan pipiku semakin memanas. Jane dan Damon hanya tertawa melihat tingkahku. “Jadi, kita baikan nih?” kata Damon sambil menjulurkan jari kelingkingnya. “Ya!” jawabku dan Jane bersamaan sambil mengaitkan jari kelingking kami ke jari kelingking Damon. Kami bertiga tersenyum penuh arti. Saat itu kami baru menyadari Anna sudah tidak bersama kami. Tiba-tiba Anna datang dari arah dapur dan berkata dengan ceria “Ada yang mau jus mangga?” Kami hanya berpandangan, lalu tertawa. Indahnya persahabatan.
Senin, 14 November 2011 0 komentar

Trio MocMoc

SEKILAS kata 'Moc Moc' tidak memiliki daya tarik sama sekali. Tapi di tangan trio Barcelona Gerard Pique, Carles Puyol dan Cesc Fabregas, 'Moc Moc' menjadi salah satu kata paling populer sekaligus misterius di benak penggemar El Barca maupun Timnas Spanyol. 

Bermula dari interaksi ketiga sahabat karib itu di Twitter, Moc Moc menjadi sapaan khas Fabregas, Puyol dan Pique terhadap masing-masing. Penggunaan kata yang sering membuat para penggemar Barca, La Furia Roja maupun Arsenal, di mana Fabregas menghabiskan delapan tahun terakhir sebelum kembali membela klub masa kecilnya pekan ini, semakin penasaran dengan makna di balik 'Moc Moc'. 

Bukan hanya kalangan penggemar, jurnalis Spanyol pun beberapa kali menanyakan kepada ketiganya arti kata tersebut, menjadikan kata sepele ini semakin misterius. 

Jika diartikan secara harfiah, dalam bahasa Katalan 'moc' bisa diartikan sebagai 'mucus' atau lumut. Sehingga sempat muncul dugaan jika 'Moc Moc' adalah ejekan mereka satu sama lain. 

Awalnya, Fabregas, Puyol maupun Pique hanya tertawa saat ditanya arti 'Moc Moc'. Namun karena seringnya pertanyaan itu diajukan, beberapa waktu lalu Pique akhirnya memberi penjelasan. 

"(Kata itu) tidak berarti apa-apa, Itu hanya ungkapan ekspresi yang saya gunakan di Twitter bersama teman-teman saya, Puyol dan Cesc. Bisa diartikan, 'Saya memikirkan anda'," ungkapnya. 

"Ini juga karena Cesc berada di London dan terkadang dia terasa begitu jauh. Kata ini membuat kami lebih dekat dan terus berhubungan," tambah Pique. 

Tidak lama setelah memenangkan trofi pertamanya bersama Blaugrana pada gelaran Super Copa Spanyol tengah pekan lalu, Fabregas kembali mendapat pertanyaan seputar penggunaan kata 'Moc Moc' oleh Barca TV. 

"Apakah penggunaan kata 'Moc Moc' di Twitter sudah selesai? (karena Cesc sudah berada di Barcelona - red) Jelas tidak. Sekarang kami akan melakukannya lebih sering," sahut Fabregas sambil tertawa.


Ket~ Kiri: Fabregas, Tengah: Puyol, Kanan: Pique
Rabu, 02 November 2011 0 komentar

Orang Lawas

Cerita kali ini berawal saat pelajaran Bindo. Guru bindo gue namanya bu Lilis. Kejadian ini baru terjadi kemaren.
Jadi gini, kemaren kan gue duduk di pojok belakang. Otomatis panas dong. Nah, gue iket tuh rambut gue kebelakang *iyelah masa kedepan-_-* ya kayak yang biasa deh, pasti temen2 gue tau. Bu Lilis lagi cerita tuh. Katanya dulu pas dia msh sekolah di SPG atau apa gitu pokoknya sekolah pendidikan guru SD gitu deh, semua siswanya tuh rambutnya harus diiket gitu deh. Gue lagi asik maen bb nye reissy, tiba2 khansa nyeplos "kayak suri ya bu?" Bu Lilis "Nah, iya kayak suri" Langsung satu kelas pada nengok ke gue. Dengan tampang bloon gue bilang "hah? apaan?" terus si arga nyeplos "yaa orang lawas wakaakk" si khansa juga ikut2an "hahaha org lawas" kamprreettt!!!-_____-

Hari ini juga ada cerita kampret! Kejadiannya juga pas pelajaran Bu Lilis. Gue kan lagi pake kacamatanya karti ya -yang khusus buat mata bermasalah- (liat postingan WEBCAMMAX Part 2) Kali ini gue lagi duduk di pojok depan deket pintu, jadi menurut gue bu Lilis ga bakal liat apa yg lg gue lakuin. Pas gue lagi bengong, tiba2 karti bilang "sur kata bu lilis lo tidur" "hah?apaan dah" tau2 satu kelas udh pada nengok ke gue semua. Mampuss!!! Gue hanya bisa nyengir2 kuda-_- Dan ternyata bu Lilis tau tuh dari khansa. Khansa bilang gini "bu liat si suri deh" Bu Lilis "itu suri tidur ya?" *dalem hati* Khansa lagi khansa lagii.. Kamprreeettt lu!!!-___-

That's weird story in a weird world -MocMoc-
0 komentar

Penghapus Licin

Ehem cerita ini berawal saat sedang ulangan IPA -selasa minggu lalu klo nggk salah- Guru IPA gue namanya Bu Dwi Karyani. Ulangan kemaren cuman 2 soal, tapi asli deh! itu bikin gue mumet-_- Langsung aja ya...
Pas lagi mumet2nye asik2nye ngerjain soal tiba2 khansa manggil -khansa lg duduk dibelakang gue- "sur" "apaan?" "yang ini lo gmn?" dan bla bla bla.. Tiba2 bu Dwi ngomong "kartika ngobrol terus" *dalem hati* lah? kykny yg ngobrol gue deh, karti lg adem ayem aje ah disebelah gue. Bu Dwi ngomong lagi "udah kartika jangan ngobrol melulu. kerjain sendiri2". Dengan tampang begonya karti nengok ke gue "hah? apaan?" gue bales dengan muka cengo gue. Terus ada yang bilang "kartika? suri kali bu" Bu Dwi "oiya haha suri haha. dari tadi ibu liatin suri ngapus melulu". -Gue kan ngerjainnya pake pensil, terus gue lg ngapus coret2an gue- Alhasil gue sm karti cuma nahan ngakak aje.
Tapi nggak berenti disitu, pas bel tanda pel. selesai bu Dwi nyamperin ke meja gue mau ngambil kertas ulangan gue. Eh bu Dwi ngomong gini "Suri dari tadi ngapus mulu. Tuh liat pengapusnya sampe licin" Gue sama karti hanya pandang2an. Setelah bu Dwi pergi baru kita ngakak. Jelas2 tu penghapus dekil, jelek, item gitu. Kok bisa2nye dibilang licin? wakakakakkak
It's a weird story in a weird world haha.
-MocMoc-
0 komentar

Modemku malang-_-

Halo semuaaa... Lama nggak berjumpa. Sebenernya bukan cuma udh lama nggak ngeblog, gue juga udh lama nggak buka twitter, facebook, YM, dan semuanya yang berhubungan dengan internet. 
Kok bisa? Yak! Masalahnya ada di modem gue-___-
Jadi ceritanya gini, kamis kemaren -tanggal brp ya? gue lupa. pokoknya seminggu yg lalu deh- gue, tika, prida, risya, sama ayu kan kerja kelompok yah (di sekolah). Nah gue bawa laptop tuh. Biasalah anak remaja sekarang mah bilang nye doang kerja kelompok, eh taunye malah cameroid-an hehe. Pas selese cameroid-an modemnya kan dicopot yah, eh nggak sengaja jatoh -kita lagi duduk di meja guru- GUMPRREENNGG!! mampus! apaan tuh? ternyata modem gue jatoh.Yaudahlah gue pikir kan nggak kenpa2 soalnya tuh modem biasa jatoh. Pas selese kerja kelompok gue pulang tuh *iyelah plak!* Dirumah gue nyalain laptop berniat mau twitteran sm ngupload poto2 yg tadi, eh pas gue nyolokin modemnye kok nggak ada tanda kalo modemnya udh keinstall -biasanya ada tanda USB trs tanda centang ijo- gue panik tuh! Keesokan harinya gue coba lagi tapi tetep gabisa! Ada apa dengan modem gue????? Akhirnya gue nyerah. Tadi pagi gue bawa laptop kesekolah, kali aja si soni bisa benerin modem gue. Tapi soni juga kagak bisa. Gue bingung. Gimana gue mau ngerjain tugas gue? Tapi ternyata ada dewi cinta yang nolong gue *eh . Khansa lah dewi itu. Dia mau minjemin modemnya ke gue. Thanks berat deh buat khansa. Luph yu bebh :D. Makanya hari ini gue bisa ngepost. Ini semua karna khansa hehe. (Thanks berat juga buat risda yg td udh mau minjemin modemnya ke gue :D)
Itulah alasan gue selama ini nggak ngetweet atau ngeblog. Jadi kalau gue belom ngetweet sm ngeblog lg berarti modem gue blm bener, plus nggak ada org yang mau minjemin gue modem-_-
See yaa -MocMoc-
Kamis, 28 Juli 2011 0 komentar

Just Shared






 
;